SILABUS FISIKA DASAR

Nama Mata Kuliah  : Fisika Dasar
Bobot                             : 3 SKS
Dosen                            : Samsul Bahri
Prodi                             : Pendidikan Biologi


 Tujuan
Mata Kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman terhadap dasar–dasar dari fisika yang dimana dasar – dasar fisika tersebut mempunyai arti penting dalam sains dan teknologi.


Topik
Sistem Pengukuran dan Notasi Ilmiah
Pengantar Fisika Dasar, Definisi Besaran dan Satuan, Penggunaan Satuan dalam Fisika, Konversi Satuan dan Sistem Konversi dan Notasi Ilmiah dan aturan Pembulatan
Vektor
Besaran Skalar dan Vektor, Operasi dasar pada Vektor
Kinematika I
Gerak Lurus Beraturan (GLB), Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), Besaran–Besaran Mekanik
Kinematika II
Gerak Parabolik, Korelasi Besaran Translasi dengan Rotasi, Kecepatan Sudut Sudut elevasi dan jangkauan maksimum
Dinamika I
Istilah – istilah dalam dinamika benda, Hukum Newton, Hukum Gravitasi universal
Review - Test
Preview soal untuk UTS
UTS

Dinamika II
Usaha, Energi (Potensial dan Gravitasi), Hukum Konservasi energi mekanik dan Daya
Dinamika III
Definisi Momentum, Hukum Konservasi Momentum, Impuls,  Keofisien Restitusi
Gelombang (Wave)
Pengantar Gelombang, Jenis – Jenis Gelombang, Besaran Fisis dalam Gelombang (Frekuensi, Periode, Kecepatan) dan Standing Wave
Temperatur
Sistem Pengukuran Temperatur, Skala Temperatur, Pemuaian Termal
Kalor
Menyatakan Kuantitas Kalor, Kalor Jenis dan kapasitas Kalor, Perubahan Fase, Azas Black
Fluida
Tekanan dan Kompresibilitas Fluida, Fluida Statis dan Tekanan Hidro Statis, Hukum Pascal Hukum Archimedes
Review - Test
Preview soal UAS
UAS
- - -
Metode Evaluasi dilakukan dengan pemberian kuis dalam beberapa pertemuan dan juga tugas (selain UTS dan UAS)
Penilaian : Nilai Jadi = 30% absensi + 20% Tugas + 20% UTS + 30% UAS

ANALISIS VISIBILITAS HILAL UNTUK USULAN KRITERIA TUNGGAL DI INDONESIA

Thomas Djamaluddin
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN
Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI

Abstrak.
Perbedaan penetapan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha di Indonesia kini sudah semakin jelas bukan disebabkan oleh perbedaan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan), tetapi oleh perbedaan kriteria. Saat ini sudah ada kesadaran untuk menyamakan kriteria di antara ormas-ormas Islam. Untuk itu kajian ilmiah perlu dilakukan untuk memberikan masukan alternatif kriteria yang nantinya perlu dikaji untuk dipilih menjadi kriteria tunggal yang disepakati. Makalah ini membahas beberapa alternatif kriteria berdasarkan analisis data rukyat di Indonesia dan internasional. Kriteria harus memperhatikan dalil-dalil syar’i yang disepakati para ulama serta didasarkan pada kemudahan aplikasinya dan kompatibilitas hisab – rukyat sehingga hisab dan rukyat bisa benar-benar setara dalam pengambilan keputusan dalam sidang itsbat. Berdasarkan analisis yang dibahas makalah ini diusulkan ”Kriteria Hisab-Rukyat Indonesia” sebagai berikut: Jarak sudut bulan-matahari > 6,4o dan beda tinggi bulan-matahari

baca.....